Jack The Giant Killer

Jack The Giant Killer

Rabu, 12 September 2012

Universal Soldier: Day of Reckoning



In Movie Theaters: November 30, 2012 (U.S. Release Date - Limited)
Directed by: John Hyams
Starring: Jean-Claude Van Damme, Dolph Lundgren and Scott Adkins
Distributed by: Magnet Releasing, Sony Pictures
Produced by: Foresight Unlimited
Running Time: 114 minutes

Synopsis

John (Scott Adkins, The Expendables 2) wakes up from a coma to discover his wife and daughter were slaughtered in a brutal home invasion. Haunted by images of the attack, he vows to kill the man responsible, Luc Deveraux (Van Damme). While John tries to piece his reality back together, things get more complicated when he is pursued by a relentless UniSol (Arlovski). As John gets closer to Deveraux and the rouge army of genetically enhanced warriors led by back-from-the-dead leader Andrew Scott (Lundgren), John discovers more about himself and begins to call into question everything he believed to be true.


Review: Resident Evil: Retribution ~ Poor Movie. But Alice vs. Jill Valentine was Amazing!



Genre: Action, Horror, Sci-Fi
Directed By: Paul W.S. Anderson
Starring: Milla Jovovich, Sienna Guillory, Michelle Rodriguez, Li Bingbing, Boris Kodjoe, Johann Urb, Kevin Durand, Oded Fehr, Shawn Roberts
Distributed By: Sony Screen Gems
Running Time: 117 minutes
MPAA Rating: R for sequences of strong violence throughout

Synopsis

T-Virus yang dikembangkan oleh Umbrella Corporation terus merusak keadaan bumi dan mengubah populasi manusia menjadi sekumpulan Undead (Zombie) pemakan daging. Kini satu-satunya harapan terakhir manusia hanya ada di tangan Alice (Milla Jovovich), yang secara tiba-tiba dirinya terbangun di sebuah tempat fasilitas dari Umbrella Corporation. Alice terus memburu dan mencari kebenaran yang sebenarnya terjadi mulai dari Tokyo, New York, Washington hingga Moskow, yang ternyata semuanya sudah diatur untuk sebuah simulasi yang mematikan. Bersama rekan-rekan yang ditemuinya dalam perjalanan, Ada Wong (Li Bing Bing), Leon S. Kennedy (Johann Urb), Luther West (Boris Kodjoe) dan dengan dukungan tak terduga dari sang Super Human, Albert Wesker (Shawn Roberts), Alice mencoba keluar dari Umbrella Corporation sambil mencari apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu sebelum waktu habis. Tapi tidak semudah yang seperti dibayangkannya, karena kini Umbrella Corporation memiliki tuan rumah yang tak terduga, yakni muka-muka yang tidak asing bagi Alice. Salah satunya adalah Jill Valentine (Sienna Guillory).

Review

Melanjutkan dari film terakhirnya Resident Evil: Afterlife, Paul W.S. Anderson kembali merancang jalan cerita baru yang mungkin terbayang di benak kita adalah Resident Evil adalah film adaptasi Game tersukses karena sudah mencapai seri kelima dan masih mungkin untuk diteruskan karena animo penonton yang cukup besar terhadap film ini. Jalan cerita sendiri sudah tidak mengikuti alur game. Hal ini dikarenakan Resident Evil: Retribution sudah rilis terlebih dahulu sementara game Resident Evil 6 baru akan dirilis sekitar Oktober atau November 2012. Tapi lagi-lagi Paul merancang sendiri alur cerita yang tentunya akan terkait dengan empat film awalnya. Jadi disarankan bagi Anda yang ingin menonton agar menonton dulu empat film awal dari Resident Evil.


Jalan ceritanya sederhana layaknya empat film sebelumnya dan mungkin bagi para penonton setia RE sudah bisa ketebak alur cerita film kelima ini. Tapi kalau saya coba gambarkan, film kelima ini layaknya sebuah video game sesungguhnya Resident Evil. Hal ini dapat dilihat dari alur cerita yang berjalan di mana Alice berpindah dari satu tempat ke tempat lain bersama rekan-rekannya untuk berhadapan dengan para monster yang tentunya berbeda di setiap tempat. Layaknya sebuah game, pasti ada pula Boss yang dinanti-nanti. Ya hal ini dapat dilihat hampir di seluruh alur film ini. Jadi ketika Anda menyaksikan RE: Retribution, jangan kaget ketika Anda ternyata melihat Alice bukan lagi sebagai penakluk Zombie, melainkan seorang player, jagoan atau disebut Karakter Utama dalam game yang seolah-olah kita kendalikan dengan stik video game.


Para pemain sebenarnya cukup mengundanr rasa penasaran karena ada nama-nama seperti Sienna Guillory yang kembali sebagai Jill Valentine dan ada Michelle Rodriguez dan Oded Fehr yang diceritakan sudah mati pada film-film RE sebelumnya membuat semakin penasaran bagi penonton, karakter apa yang akan mereka perankan. Kehadiran sosok Leon yang diperankan Johann Urb dan Ada Wong yang diperankan Li Bingbing kembali menambah daftar karakter baru di setiap film Resident Evil. Tapi dari segi kualitas akting masih terlihat datar bagi seluruh para pemainnya. Mungkin terkecuali Milla Jovovich yang tidak bisa kita lepaskan pandangan terhadap karakter Alice yang sudah melekat pada dirinya.

Tapi dibalik kurangnya kualitas RE: Retribution baik dari segi cerita, para pemain dan Visual 3D yang terlihat biasa-biasa saja, ada satu hal yang boleh dibilang menyelamatkan 80% film dari kata 'Gagal'. Ya, adegan pertarungan Alice dengan Jill Valentine merupakan puncak yang sangat tepat untuk diberikan dan tentunya kita saksikan pada film ini. Pertarungan keduanya boleh saya katakan salah satu pertarungan terbaik di tahun 2012 ini. It's Lady's Night!


Secara keseluruhan RE: Retribution masih terlihat sama-sama saja seperti empat film pendahulunya. Ada baiknya Paul mempelajari dari film-film besar yang sukses untuk melanjutkan film RE ke seri selanjutnya yang boleh saya katakan mungkin jika dilanjutkan lagi akan menjadi film terakhir Resident Evil melihat Endingnya yang sebenarnya cukup bagus karena berkumpulnya semua tokoh dalam satu scene. Untuk lebih jelasnya, silakan saksikan film Resident Evil: Retribution di bioskop kesayangan Anda.

Rating
Cerita: 5/10
Pemain: 5/10
3D: 5/10
Ending: 6/10
Overall: 5/10

~ HT ~

Selasa, 11 September 2012

Review: TED ~ Ted has some lessons for us. But not for kids.



Genre: Comedy, Fantasy
Directed By: Seth MacFarlane
Starring: Mark Wahlberg, Seth MacFarlane, Mila Kunis, Giovanni Ribisi, Joel McHale
Distributed by: Universal Pictures
Running Time: 106 Minutes
MPAA Rating: R for crude and sexual content, pervasive language, and some drug use

Synopsis

John Bennett (Mark Wahlberg) yang masa kecilnya tidak memiliki teman sama sekali mendapat hadiah natal berupa boneka beruang yang akhirnya menjadi sahabat masa kecilnya. Dan pada malam natal dirinya berharap agar suatu saat beruang yang diberi nama Ted (Seth MacFarlane) akan hidup dan berbicara dengan dirinya menjadi sahabat selamanya. Dan suatu saat harapannya terkabul dan Ted menjadi sahaba tJohn hingga 25 tahun mendatang. Pada masa sekarang di mana keduanya sudah beranjak dewasa, tingkah laku John dan Ted sudah layaknya orang dewasa. Ted mulai mengenal perilaku-perilaku negatif dan ganja sementara John mulai menjalin hubungan dengan Lori (Mila Kunis). Seiring berjalannya waktu, John yang hampir setiap saat selalu ada di samping Ted dan Lori, pada akhirnya harus membuat keputusan. Apakah dirinya akan memilih Lori untuk memulai hidup baru atau memilih Ted yang tidak pernah meninggalkan dirinya sejak masa kecilnya. Semuanya dijabarkan secara spontan pada film penuh tawa, TED.

Review

Pertama-tama, thanks buat Yandi Wijaya atas tiket gratisnya atau bisa disebut tiket pre-screeningnya di Djakarta Teater buat film TED yang akan mulai tayang di Indonesia minggu depan. Lalu TED adalah film khusus untuk orang dewasa, jadi jauhkan anak-anak Anda yang masih kecil terhadap film ini. Karena Ted bukanlah Teddy Bear yang ada seperti di benak pikiran anak-anak Anda.


Lucu dan menggelitik. Walau terdapat banyak sekali unsur negatif, perilaku dan dialog kasar, Ted berhasil mengundang tawa para penonton secara spontan karena humor yang bisa dikatakan alami tapi spontan. Jalan ceritanya cukup bagus dan sederhana tentang persahabatan dan pertemanan yang pada akhirnya ada sesuatu yang lebih penting. Pelajaran berharga juga disematkan pada film Ted ini bagi para penontonnya mengenai persahabatan kita dengan teman-teman terdekat kita agar terjalin selamanya dengan baik. Sosok Ted benar-benar menguasai penuh film ini. Meski menggunakan teknologi CGI, karakter Ted tetap dapat kita saksikan layaknya seekor beruang hidup dan bertingkah layaknya seorang manusia.


Para pemeran utama Mark Wahlberg dan Mila Kunis juga cukup baik dalam memerankan filmnya walau pun sekali lagi tidak bisa mengambil alih peran pilot yang dikendalikan oleh Ted pada film ini. Seth MacFarlane yang mengisi suara Ted juga cukup bagus dan dapat berdialog dengan baik walau banyak sekali 'F' word di dalamnya. Para cameo yang hadir pun tidak tanggung-tanggung dalam film ini. Sam Jones dan Norah Jones adalah dua karakter yang cukup mengundang reaksi positif para penonton. Dan juga masih banyak lagi artis-artis kejutan yang berperan sebagai cameo pada film ini.


Secara keseluruhan Ted adalah film yang cukup sederhana tapi memiliki makna yang dalam dalam menyampaikan pesannya mengenai persahabatan. Tapi sekali lagi saya tekankan, film ini sangat tidak ditujukan untuk anak-anak di bawah umur. Tapi kita sebagai remaja dan para orang dewasa bisa mengambil pesan dari film ini untuk diajarkan pada anak-anak kita, bukan jalan ceritanya.

Dan terakhir, ada satu dialog yang diucapkan John (Mark Wahlberg) yang benar-benar membuat tertawa terbahak-bahak,

"Hello police! 911! My Teddy Bear was kidnapped!"

Rating:
Cerita: 7/10
Pemain: 6/10
Grafik: 8/10
Ending: 7/10
Overall: 7/10

~ HT ~

Jumat, 07 September 2012

Special Review: Summer Movie 2012



Musim panas telah berakhir dan menyisakan beberapa kenangan akan film-film hebat sekaligus melegenda. Mulai dari akhir trilogi sang ksatria malam, bersatunya para superhero MARVEL dalam menyelamatkan bumi hingga animasi DISNEY yang melanjutkan tradisinya dengan menyampaikan pesan-pesan bermoral dalam film terbarunya yang kali pertama menggunakan karakter perempuan sebagai peran utamanya. Tapi di luar itu ada juga beberapa film yang menuai kritik ketidakpuasan dari beberapa penonton karena ekspetasi yang terlalu tinggi terhadap film hingga akhirnya berujung kekecewaan. Jadi langsung saja kita simak ulasan 5 film terbaik dan 5 film terburuk versi EnterYourMovie pada musim panas 2012 ini. Check this out!

Top 5 Best Summer Movie

1. The Dark Knight Rises (Satisfaction Meter: 9/10)
"Let the games begin"

Box Office Worldwide: $1,012,264,293
Rating: 9.0/10
Tidak diragukan lagi kalau bagian akhir dari trilogi Batman karya Christopher Nolan 'membunuh' semua film-film musim panas tahun ini. Sempurna dan jenius adalah dua kata yang pas untuk menggambarkan akhir dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu mengubah sosok Bane yang tadinya hanya musuh sampingan dalam komik Batman menjadi sosok villain yang menakutkan. Ditambah dengan dukungan peran Catwoman yang dimainkan Anne Hathaway dan juga banyaknya kejutan dari Gordon Levitt a.k.a Robin John Blake dan Marion Cotillard yang ternyata adalah Talia anak dari Ra's Al Gul membuat The Dark Knight Rises menjadi film favorit dan terbaik versi EnterYourMovie. Dan yang perlu kita nantikan adalah reaksi DC mengenai kelanjutan Batman, akankah dilanjutkan atau akan direboot ulang yang mungkin tidak akan sebagus versi Nolan. Kita nantikan saja sambil menantikan pula Blu-ray The Dark Knight Trilogy yang akan dirilis akhir tahun ini.

2. The Avengers (Satisfaction Meter: 8/10)
"Assemble!"


Box Office Worldwide: $1,502,832,807
Rating: 8.5/10
Iron Man, Hulk, Captain America dan Thor bergabung dengan Nick Fury, Maria Hill, Natasha dan Hawkeye menumpas kejahatan yang dilakukan oleh Loki untuk menumpas dunia ini. The Avengers adalah proyek puncak MARVEL yang dinantikan kehadirannya sangat tinggi tahun ini. Joss Whedon berhasil memberi porsi yang seimbang dan maksimal pada setiap karakter yang ada pada film ini dan juga dengan adegan-adegan action yang diselingi unsur humor sehingga membuat film sangat nyaman dan seru untuk ditonton. Avengers 2 sedang tahap perencanaan sambil menantikan sekuel dari Thor, Captain America, Iron Man dan juga beberapa penambahan karakter baru yang akan difilmkan seperti Antman. Jadi kita tunggu saja beberapa tahun yang akan datang.

3. Moonrise Kingdom (Satisfaction Meter: 8/10)
"It's been proven by history: all mankind makes mistakes"

Box Office Worldwide: $59,031,221
Rating: 8.3/10
Tidak banyak orang tahu film karya Wes Anderson ini yang masuk nominasi Palme d'Or pada ajang Cannes Film festival yang mungkin karena serbuan film-film Box Office yang terlalu merajalela. Moonrise Kingdom menceritakan tentang sepasang kekasih muda yang melarikan diri dari kota New England, yang menyebabkan beerapa pihak lokal untuk keluar dan menemukan mereka. Kedengarannya sederhana dan terlalu biasa untuk ditonton. Tapi Wes Anderson menyajikan film ini secara berbeda dan dapat ditonton oleh seluruh keluarga. Romance, Komedi dan Drama semuanya menyatu dengan baik dan alur cerita yang selalu riang dan kadang kala terlalu dramatis membuat Moonrise Kingdom menjadi salah satu film terbaik musim panas tahun ini. Good Job, Anderson!

4. Ted (Satisfaction Meter: 7/10)
"Y'know, somewhere out there are four terrible fathers I wish I could thank for this great night!"

Box Office Worldwide: $384,709,330
Rating: 7.6/10
Meski belum tayang di Indonesia, Ted mendapat sambutan luar biasa dari beberapa kritikus karena dari alur cerita dan kualitas, Ted berhasil menyajikan sebuah film komedi yang lucu dan jenaka meski film ini dikhususkan untuk orang dewasa. Seekor beruang nakal yang lucu dan imut bukanlah seperti yang kita bayangkan, melainkan nakal yang luar biasa dan juga humor-humor nakal yang selalu dilakukannya. So, stay away from this film kids.

5. Brave (Satisfaction Meter: 7/10)
"If you had a chance to change your fate, would you?"

Box Office Worldwide: $470,277,392
Rating: 7.5/10
Melengkapi deretan Top 5 Best Summer Movie adalah karya Disney, Brave. Meski bukan yang terbaik yang pernah Disney ciptakan, tapi Brave menarik dan cukup menghibur. Pesan moral yang begitu bagus dan berharga pada film ini dapat kita ambil dan pelajari hingga akhirnya membuat kita berani untuk menentukan langkah kita ke depannya. And once again, Disney/Pixar have done it!

Top 5 Disapponting Summer Movie

1. Men In Black III (Satisfaction Meter: 5/10)
"Our mission is to monitor extraterrestrial activity on Earth. But we are no-one."

Box Office Worldwide: $623,862,476
Rating: 6.0/10
10 tahun penantian yang sangat disayangkan untuk dinanti. Barry gagal meramu film ketiga ini menjadi sesuatu yang baru dan cerita terkesan dipaksakan dan ide-de yang ada seperti sudah kuno untuk ditampilkan. Walau berhasil di Box Office chart, Will Smith dan kawan-kawan sepertinya harus merombak ulang apa yang sudah ada pada film ketiga jika ingin melanjutkan film MIB ke seri selanjutnya. 

2. The Expendables 2 (Satisfaction Meter: 5/10)
"My shoe is bigger than this Movie!"

Box Office Worldwide: $173,000,000
Rating: 5.5/10
Tua-tua keladi. Makin tua makin jadi. Inilah peribahasa yang pas untuk disematkan pada para anggota Expendables ketika film pertamanya muncul Dan film keduanya justru mengalami penurunan meski beberapa actor masih terampil dalam melakukan adegan tembak menembak, sebut saja Arnold, Willis, Stallone dan bahkan Norris. Tapi yang disayangkan pada film ini jalan cerita yang terlalu sederhana layaknya sebuah permainan di mana akhirnya si baik mengalahkan si jahat. Daya tarik tentu ada pada deretan castnya. Jet Li dan Liam Hemsworth sayangnya kurang mendapat porsi lebih pada film ini yang memungkinkan menjatuhkan nama mereka. Stallone sendiri sudah terlihat tidak terlalu fit untuk melakukan battle, hal ini terlihat ketika pertarungannya dengan Van Damme. So, it's time for new generation, Stallone. Am I right?

3. The Bourne Legacy (Satisfaction Meter: 6/10)
"I was kinda hoping we were lost. And yes we were"

Box Office Worldwide: $159,675,000
Rating: 6.2/10
Borune Legacy adalah film yang berdiri sendiri di luar Bourne Trilogi tapi tetap mempertahankan apa yang sudah ada sebelumnya. Sayangnya Tony Gilroy membuat cerita ini sangat sulit dipahami bagi para penonton baik yang sudah menonton mau pun belum menonton Bourne Trilogi. Adegan action yang ditampilkan boleh dibilang minim, walau adegan kejar-kejaran di akhir film cukup seru untuk disaksikan. Meski begitu Bourne Legacy dirancang seperti seolah-olah pihak studio tidak ingin franchise Bourne dilupakan dan ditinggal penggemarnya karena dampak beberapa film musim panas yang semakin menjadi-menjadi. Well then, I think Renner should think twice to take over Damon's place as Bourne.

4. Ice Age: Continental Drift (Satisfaction Meter: 6/10)
"I ask for warriors, and all I get is kitty cats and bunny rabbits!"

Box Office Worldwide: $828,736,444
Rating: 6.0/10
Latar ceritanya bagus, sayang dieksekusi gagal. Ice Age melengkapai deretan film musim panas yang mengecewakan karena satu hal, kehabisan ide. Ya, seri ke-4 tidak sebagus tiga seri sebelumnya dan boleh dikatakan terburuk dari 4 seri yang ada. Blue Sky Studio sepertinya harus banyak belajar dari Disney/ Pixar dan Dreamworks dalam mengembangkan sebuah film yang sudah ada untuk dirancang sekuelnya agar menampilkan sebuah hasil yang maksimal dan patut dinanti oleh para penontonnya. Study hard guys!

5. Total Recall (Satisfaction Meter: 6/10)
"If I'm not me, then who the hell am I?"

Box Office Worldwide: $155,455,000
Rating: 5.8/10
Remake dari tahun 1990, Total Recall mendapat pro dan kontra dari kalangan publik. Mulai dan perbandingan castnya hingga alur cerita. Meski begitu Total Recall versi Paul Verhoeven pada tahun 1990 memang masih lebih baik dibandingkan Len Wiseman. Versi Wisemahn terkesan terlalu mengandalkan perkembangan teknologi yang ada tanpa memperhatikan kualitas alur cerita. Meski begitu Total Recall versi Wiseman tidak terlalu buruk dalam menampilkan adegan action yang cukup memanjakan mata. Tapi sekali lagi, ada baiknya seorang sutradara mempelajari lebih dalam lagi jika ingin meremake sebuah film yang sudah cukup berhasil di masanya. 

Inilah review yang bisa saya jabarkan mengenai beberapa film yang baik dari segi kualitas dan memnbuat penonton ingin lagi kembali ke teater dan juga film yang terasa membosankan untuk ditonton. Tapi di luar itu semua kita sudah disuguhkan oleh beberapa film-film yang menarik dan menyenangkan dalam mengisi musim panas tahun ini. Jadi mari kita berharap musim panas 2013 akan lebih baik lagi dari tahun ini. Cheers guys! :D

~ HT ~

Sabtu, 01 September 2012

Movie Preview: September 2012 ~ After Summer


Resident Evil: Retribution

Directed By: Paul W. S. Anderson
Starring:  Milla Jovovich, Sienna Guillory, Colin Salmon, Boris Kodjoe, Michelle Rodriguez, Shawn Roberts, Johann Urb, Kevin Durand, Li Bingbing
Synopsis:
The Umbrella Corporation’s deadly T-virus continues to ravage the Earth, transforming the global population into legions of the flesh eating Undead. The human race’s last and only hope, ALICE (Milla Jovovich), awakens in the heart of Umbrella's most clandestine operations facility and unveils more of her mysterious past as she delves further into the complex. Without a safe haven, Alice continues to hunt those responsible for the outbreak; a chase that takes her from Tokyo to New York, Washington, D.C. and Moscow, culminating in a mind-blowing revelation that will force her to rethink everything that she once thought to be true. Aided by newfound allies and familiar friends, Alice must fight to survive long enough to escape a hostile world on the brink of oblivion. The countdown has begun.

The Master

Directed By: Paul Thomas Anderson 
Starring: Philip Seymour Hoffman, Joaquin Phoenix, Jesse Plemons, David Warshofsky, Amy Adams, Rami Malek, Ambyr Childers
Synopsis:
A charismatic intellectual hatches a faith-based organization that begins to catch on in America in 1952. The core is the relationship between the Master and Freddie, a twentysomething drifter who becomes the leader's lieutenant. As the faith begins to gain a fervent following, Freddie finds himself questioning the belief system he has embraced, and his mentor.

Stolen

Directed By: Simon West
Starring: Nicolas Cage, Malin Akerman, Josh Lucas, Danny Huston
Synopsis:
The story follows Will Montgomery (played by Nicolas Cage), a master thief who has been sent to prison for 8 years after being double-crossed in a heist gone awry. Upon his release, he’s ready to leave his criminal past behind and rebuild his relationship with estranged daughter, Alison Loeb (played by Sami Gayle). Montgomery’s former criminal cohorts and FBI agent Tim Harlend (played by Danny Huston), are all convinced that the loot, totaling $10 Million dollars worth of bonds, was hidden away by Montgomery before he was sentenced. In order to get his hands on it, former partner in crime, Vincent (played by Josh Lucas), kidnaps Alison and demands the loot as ransom; keeping her in a soundproofed trunk of a taxi cab on Mardi Gras day where she is nearly impossible to be discovered. Montgomery has only one day to deliver the $10 Million ransom, but much to the disbelief of both Vincent and the FBI, he does not actually have it. Montgomery is left with only one choice: To trust his instincts and join forces again with another old partner in crime, the beautiful, sexy and smart Riley Jeffers (played by Malin Akerman). Together they must pull off one more heist so he can get his daughter back… before its too late.

Dredd

Directed By: Pete Travis
Starring: Karl Urban, Olivia Thirlby, Lena Headey
Synopsis:
"Dredd" takes us to the wild streets of Mega City One, the lone oasis of quasi-civilization on Cursed Earth. Judge Dredd (Karl Urban) is the most feared of elite Street Judges, with the power to enforce the law, sentence offenders and execute them on the spot - if necessary

End of Watch

Directed By: Pete Ayer
Starring: Jake Gyllenhaal, Michael Pena, Anna Kendrick, Frank Grillo, America Ferrera, Cody Horn
Synopsis:
Jake Gyllenhaal and Michael Pena play young Los Angeles police officers Taylor and Zavala who patrol the city's meanest streets of south central Los Angeles. Giving the story a gripping, first-person immediacy, the action unfolds through footage from the handheld HD cameras of the police officers, gang members, surveillance cameras, and citizens caught in the line of fire to create a riveting portrait of the city's most dangerous corners, the cops who risk their lives there every day, and the price they and their families are forced to pay.

House at the End of the Street

Directed By: Mark Tonderai
Starring: Jennifer Lawrence, Elizabeth Shue, Max Thieriot, Gil Bellows
Synopsis:
Seeking a fresh start, newly divorced Sarah (Elisabeth Shue) and her daughter Elissa (Jennifer Lawrence) find the house of their dreams in a small, upscale, rural town. But when startling and unexplainable events begin to happen, Sarah and Elissa learn the town is in the shadows of a chilling secret. Years earlier, in the house next door, a daughter killed her parents in their beds, and disappeared - leaving only a brother, Ryan (Max Thieriot), as the sole survivor. Against Sarah's wishes, Elissa begins a relationship with the reclusive Ryan - and the closer they get, the deeper they're all pulled into a mystery more dangerous than they ever imagined.

Hotel Transylvania

Directed By: Genndy Tartakovsky
Starring: Adam Sandler, Selena Gomez, Andy Samberg, Kevin James, Fran Drescher, David Spade, Steve Buscemi, Molly Shannon, Jon Lovitz, Cee Lo Green
Synopsis:
Welcome to the Hotel Transylvania, Dracula’s (Adam Sandler) lavish five-stake resort, where monsters and their families can live it up, free to be the monsters they are without humans to bother them. On one special weekend, Dracula has invited some of the world’s most famous monsters – Frankenstein and his bride, the Mummy, the Invisible Man, a family of werewolves, and more – to celebrate his daughter Mavis’s 118th birthday. For Drac, catering to all of these legendary monsters is no problem – but his world could come crashing down when one ordinary guy stumbles on the hotel and takes a shine to Mavis.

Looper

Directed By: Rian Johnson
Starring: Joseph Gordon-Levitt, Bruce Willis, Emily Blunt, Paul Dano, Noah Segan, Jeff Daniels, Piper Perabo
Synopsis:
In the futuristic action thriller Looper, time travel will be invented – but it will be illegal and only available on the black market. When the mob wants to get rid of someone, they will send their target 30 years into the past, where a “looper” – a hired gun, like Joe (Joseph Gordon-Levitt) – is waiting to mop up. Joe is getting rich and life is good… until the day the mob decides to “close the loop,” sending back Joe’s future self (Bruce Willis) for assassination.

Kamis, 30 Agustus 2012

Review: The Bourne Legacy ~ When The Legacy Born [NOT] Bourne



Genre: Action, Adventure
Directed By: Tony Gilroy
Starring: Jeremy Renner, Rachel Weisz, Edward Norton, Scott Glenn
Distributed By: Universal Pictures
Produced By: Captivate Entertainment
Running Time: 135 minutes
MPAA Rating: PG-13 for violence and action sequences.

Synopsis

Seri keempat atau boleh dikatakan awal yang baru dari franchise Bourne diambil dari karya Robert Ludlum. Sebagai penulis dan sutradara Tony Gilroy menjelaskan, "Ini bukan reboot atau perombakan atau prequel yang menggantikan seorang Matt Damon. Tapi akan ada pahlawan baru, sebuah bab baru, ini adalah proyek yang berdiri sendiri." Jason Bourne tidak akan ditampilkan dalam film, Jeremy Renner akan bermain sebagai pembunuh terlatih dalam program yang sama seperti Bourne, sebagai Aaron Cross, yang hidup dan matinya ditentukan dari kejadian-kejadian di tiga film sebelumnya. Bersama dengan agen lainnya, Stephanie (Rachel Weisz), mereka harus menemukan jalan keluar dari jebakan agen CIA Byer (Edward Norton).

Review

Jujur harus saya katakan sampai film berakhir, saya hanya mengerti 50% dari keseluruhan film. Sebenarnya saya tidak berharap film Bourne kembali dilanjutkan karena trilogi pertamanya sudah menuai pujian dan kritik yang positif dari para penonton. Dan ketika Universal mengumumkan akan adanya Bourne Legacy, saya justru berpikir bahwa ini adalah langkan mundur bagi Universal karena Bourne Trilogy bagi saya sendiri sudah habis dan jika akan dibuat sekuel atau pun prekuelnya lagi, itu hanya ditujukan untuk meraup keuntungan semata dan juga tidak ingin franchise Bourne ditinggal penggemarnya.


Jalan ceritanya harus saya akui membuat banyak penonton bingung bukan kepalang di 60 menit pertama film. Sama sekali tidak ada penjelasan yang benar-benar clear bagaimana awal mula Aaron Cross bisa ikut masuk ke program yang dirancang. Para karakter yang muncul terus menerus secara bersamaan membuat penonton akan semakin bingung karena benar-benar tidak dijelaskan secara karakteristik mengenai peran-peran mereka. Contohnya seperti Dr. Martha Shearing yang diperankan Rachel Weisz. Banyak penonton, termasuk saya sendiri, mengganggap bahwa Martha-lah yang akan menjadi love interest dari Aaron nantinya. Tapi pandangan tersebut hanya sekilas lewat di depan mata saja karena bagi saya sosok Martha di satu jam pertama benar-benar buram, tidak ada deskripsi karakter yang jelas mengenai sosok Martha walau pada akhirnya penjelasan datang di akhir dan yang menurut saya dijelaskan secara sedikit terpaksa, yang mungkin karena alur film kurang berfokus para karakter Martha.


Sepanjang film sosok Aaron Cross yang diperankan Renner boleh saya katakan kurang mendapat porsi sebesar Jason Bourne yang diperankan Matt Damon. Renner kurang memiliki kapasitas untuk menggantikan Bourne. Seolah-olah para penonton mengharapkan akan munculnya seorang Jason Bourne padahal sudah tahu kalau hal itu tidak akan terjadi. Ya, harus saya katakan sosok Jason Bourne ternyata masih sangat sulit untuk ditinggalkan meski film sudah berganti para pemainnya.Satu hal yang patut diperhatikan bagi para penonton yang ingin menyaksikan film ini ada baiknya menonton dulu Trilogi Bourne yang diperankan Matt Damon, terutama film ketiga, Bourne Ultimatum, karena hubungan latar belakang dan peran karakter yang dulu akan muncul kembali dan berhubungan. Dam film Bourne Legacy diceritakan terjadi bersamaan dengan kejadian pada film Bourne Ultimatum. Di mana hubungannya? Nonton Bourne Trilogy lalu tonton Bourne Legacy.


Dari segi para pemain, tidak ada yang spesial dan menonjol, terutama tentunya perhatian ada pada Jeremy Renner sebagai Aaron Cross yang kurang berhasil menggantikan sosok Jason Bourne yang masih sangat sulit untuk dilupakan. Dari segi action scene, sebenarnya bagus dan lumayan menegangkan, terutama pada adegan kejar-kejaran yang cukup mendapat porsi yang cukup. Tapi sayangnya adegan tersebut tidak didukung dengan alur dialog yang terlalu memusingkan kepala dan terlalu panjang untuk disaksikan sehingga membuat sedikit bosan.

Secara keseluruhan saya masih bingung apa yang sebenarnya terjadi pada film ke-4 ini walau dari segi hubungan dengan bourne trilogi sudah cukup jelas, tapi masih ada banyak sekali penjelasan yang harus ditampilkan. Sekuel? Jika pun hal itu terjadi, akan sedikit memaksa karena adegan klimaks dan endingnya yang benar-benar ciri khas franchise Bourne. Tapi jika memang benar akan dilanjutkan, ada baiknya Gilroy menjelaskan kembali film ke-4 ini sejelas-jelasnya di seri ke-5 hingga tidak menimbulkan tanda tanya ketika para penonton keluar dari pintu teater.

Rating
Cerita: 5/10
Pemain: 5/10
Ending: 5/10
Overall: 5/10

~ HT ~

Jumat, 17 Agustus 2012

Review: The Expendables 2 ~ An Old School Reunion. Only for Retired.



Genre: Action
Directed By: Simon West
Starring: Sylvester Stallone, Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundgren, Terry Crews, Randy Couture, Liam Hemsworth, Chuck Norris, Scott Adkins, Yu Nan, Jean-Claude Van Damme, Bruce Willis, Arnold Schwarzenegger
Distributed By: Millennium Films
Produced By: Nu Image/Millennium Films
Running Time: 102 Minutes
MPAA Rating: R for strong violence, language and brief sexuality

Synopsis

The Expendables kembali melanjutkan sekuelnya dan dengan masih para prajurit kelas kakap yang siap tempur, Barney Ross (Stallone), Lee Christmas (Statham), Yin Yang (Jet Li), Gunnar (Lundgren), Toll Road (Couture) dan Caesar (Crews) serta rekrutan baru Billy The Kid (Hemsworth), bersiap menghadapi musuh baru, Vilain yang diperankan oleh Jean-Claude Van Damme. Bersama dengan dukungan dari Maggie (Yu Nan) dan tentunya bersama Church (Bruce Willis) dan Trench (Arnold Schwarzenegger), tim Expendables berusaha menumpas Vilain yang mencoba menghancurkan dunia.

Review

Film pertamanya menuai sukses dengan adegan laga action yang cukup menjanjikan walau dengan sinopsis yang terlalu sederhana layaknya jagoan menumpas para penjahat, hanya The Expendables lebih mengutamakan unsur action lebih banyak. Begitu film keduanya rilis dan dengan dukungan wajah-wajah baru seperti van Damme dan Chuck Norris, tentu memancing rasa penasaran para penonton dengan harapan akan lebih 'berisi' dibandingkan film pertamanya, atau setidaknya dapat mengimbanginya. Tapi ekspetasi tersebut ternyata terlalu berlebihan. 

Jalan cerita pada film kedua memang tidak menyambung film pertamanya atau bisa dibilang berdiri sendiri tapi tetap mempertahankan hubungan antar karakternya pada film pertama. Sederhana sekali untuk film seperti ini, action sudah ada dan kita tinggal melihat bagaimana para pemeran protagonis tersebut mengalahkan para penjahatnya. Tapi hal tersebut terlihat garing pada film kedua ini. Kalau boleh saya katakan, pembagian porsi film cukup fatal. 15 menit pertama pada adegan pembuka cukup menjanjikan adegan action yang seru dengan tembakan-tembakan dan ledakan-ledakan yang ditampilkan, meski masih terlihat kasar. Dan adegan action ini berlanjut pada 20 menit menjelang film berakhir yang boleh dibilang cukup bagus walau tidak sebagus 15 menit di awal film. Jadi total ada 35 menit adegan action pada film kedua ini. Dengan durasi 102 menit, 35 menit adegan action, dan apa yang terjadi dengan 67 menit pertengahan film? Dialog-dialog dan perjalanan para anggota tim Expendables dalam usahanya mengejar Vilain untuk dihancurkan. Apakah ada adegan action? Ada tapi hanya sekedar numpang lewat saja. Tapi untung dengan adanya humor, 67 menit film terselamatkan dari faktor bosan. Secara keseluruhan jalan cerita, Expendables 2 tidak lebih baik dari film pertamanya yang cukup menjanjikan adegan action yang lebih berisi dan bahkan boleh saya katakan Expendables 2 merupakan penurunan kualitas yang bisa berakibat ditinggalkan oleh penonton pada film ketiganya nanti.

Pembagian porsi bagi para pemainnya cukup buruk. Jet Li hanya tampil di 15 menit awal sebelum dirinya 'diasingkan ke Cina'. Stallone, Arnold, Norris dan Willis sudah mulai menua dan terlihat sekali fisik dan stamina mereka pada film ini yang benar-benar hampir habis. Sementara sebenarnya adegan action yang cukup menjanjikan ditampilkan oleh Couture, Statham, Crews, Lundgren dan Yu Nan yang walau beberapa dari mereka mendapat porsi sedikit tapi cukup memanjakan mata. Sementara untuk Yu Nan masih terasa datar lewat aktingnya sebagai Maggie dan belum begitu menjiwai. Sebenarnya saya lebih berharap Maggie Q yang mengambil tempat Yu Nan karena melihat Maggie Q menampilkan akting yang sangat baik pada tv seri Nikita. Van Damme sebagai tokoh antagonis bagaikan padi yang berubah menjadi gabah dan begitu sudah menjadi beras siap untuk dimasak dan dimakan, habis sudah. Van Damme tidak sekuat Steve Austin yang berperan sebagai tokoh antagonis pada film pertamanya yang begitu mempunyai karakter seorang villain yang sangat menjanjikan. Dan adegan pertarungan antara Stallone dan Van Damme cukup mengecewakan tidak seperti ketika Stallone melawan Austin pada film pertamanya yang sangat menjanjikan. Walau Van Damme masih sangat brilian lewat tendangan spesialnya, tapi adegan pertarungannya dengan Stallone tidak bisa menyelamatkan film ini dari jalan cerita yang sangat datar. Liam Hemsworth yang digadang-gadang akan meneruskan generasi emas Stallone dan kawan-kawan, harus gigit jari pada film ini.

Secara keseluruhan seri kedua belum bisa menutupi kesuksesan pada film pertamanya. Dengan rencana dilanjutkan pada film ketiga, ada baiknya Stallone melatih fisiknya lagi dan mencari beberapa aktor laga yang masih fresh seperti Vin Diesel, Dwayne 'The Rock' Johnson dan Donnie Yen sebagai lawan mainnya. Dan tentunya merombak jalan cerita agar lebih baik lagi pada film ketiganya jika tidak ingin ditinggal penontonnya. Tapi di luar itu ada beberapa dialog dan adegan dengan humor yang cukup menghibur pada film ini.

Church (Willis): We give you something to ride
Barney (Stallone): This thing has to be in the museum
Trench (Arnold): We all have to!

Rating
Cerita: 5/10
Action: 6/10
Pemain: 5/10
Ending: 4/10
Overall: 5/10

~ HT ~

Oz: The Great and Powerful

Oz: The Great and Powerful